TENTANG KAMI
PENGENDALIAN KEBAKARAN & RESTORASI LAHAN GAMBUT
Selamat datang di

Gambut Kita

Gambut Kita (Our Peatlands) is an 8-year research-for-development project between the governments of Indonesia and Australia. This bilateral aid project is designed to provide support to the Indonesian Government in its efforts to protect and restore peatlands. The project formally commenced in November 2017 and is concluded in June 2025. The website is currently managed by Yayasan Tambuhak Sinta.

VISI KAMI

Visi kami adalah untuk mencapai keberhasilan restorasi dan perlindungan lahan gambut Indonesia melalui penelitian pertanian dan kehutanan kolaboratif untuk meningkatkan pengendalian kebakaran berbasis masyarakat dan pilihan mata pencaharian.

Misi kami adalah berkontribusi untuk mengatasi empat tantangan besar yang dihadapi Indonesia:

Mata Pencaharian Berkelanjutan

Proyek Gambut Kita bertujuan untuk mengurangi kebakaran lahan gambut yang tidak diinginkan melalui penciptaan pengetahuan baru dan kapasitas guna mendukung restorasi lahan gambut dan mengembangkan mata pencaharian berkelanjutan yang inklusif gender bagi laki-laki dan perempuan yang tinggal di dalam dan sekitar lahan gambut yang telah direstorasi.

Penelitian Kami

Penelitian kami berusaha mengidentifikasi pengendalian kebakaran berbasis masyarakat yang lebih baik serta pilihan mata pencaharian berkelanjutan yang dapat mengurangi jumlah dan intensitas kebakaran gambut. 

Studi kasus kami berfokus pada Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan. Kedua kabupaten ini merupakan lokasi proyek utama kegiatan lapangan.

Tim Kami

Proyek interdisipliner yang besar ini merupakan kemitraan antara tim Australia (CSIRO, Australian National University, RMIT University dan University of the Sunshine Coast) dengan organisasi mitra Indonesia (FOERDIA, Borneo Orangutan Survival Foundation, Yayasan Tambuhak Sinta, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Palangka Raya).

Lembaga Utama

The lead agencies for the project are Indonesia’s Forestry and Environment Research and Development Agency (FOERDIA), together with Australia’s Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO).  

MITRA KAMI