Revitalisasi mata pencaharian lahan basah membutuhkan penerapan sistem penggunaan lahan alternatif yang memungkinkan pertanian dan kehutanan berkembang dalam kondisi basah. Sistem ini harus mengoptimalkan penggunaan spesies produktif yang beradaptasi dengan lahan basah, dan juga harus memberikan prospek pembangunan ekonomi yang layak bagi masyarakat lokal termasuk investasi dari sektor karbon.
Lahan gambut yang basah dan sehat adalah satu-satunya jalan berkelanjutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, kebakaran dan degradasi lahan gambut, serta mencegah hilangnya mata pencaharian. Untungnya, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sistem produksi lahan basah terintegrasi dapat menggabungkan produksi berbagai jenis makanan, bahan bakar, serat dan produk hutan, dan menciptakan praktik yang menghasilkan pendapatan yang mendorong ketahanan.









