BLOG
Gambut Kita
Previous
Next

Panen yang Aman untuk Pemburu Madu

Di lahan gambut Kalimantan Tengah, hutan berbunga dua kali setahun, biasanya pada bulan Juni dan November. Kali ini, rombongan 10 pemburu madu dari Tumbang Nusa akan bersama-sama berkeliling hutan mencari sarang lebah liar untuk dipanen.

Read More »

TANAH GAMBUT TROPIS DI BAWAH PENGGUNAAN LAHAN YANG BERBEDA

Sudah diakui secara luas bahwa lahan gambut tropis memainkan peran penting dalam keseimbangan karbon global. Cadangan dan fluks karbon telah menjadi fokus perhatian penelitian yang semakin meningkat karena emisi gas rumah kaca dari lahan gambut, serta potensinya untuk bertindak sebagai penyerap karbon, telah mendapatkan perhatian internasional di forum-forum seperti pembicaraan COP dan laporan IPCC.

Read More »

MENARUH HARAPAN PADA SHOREA

Pak Stomo adalah seorang guru Sekolah Dasar di Desa Tumbang Nusa. Dia memiliki satu hektar lahan gambut, berlokasi strategis di belakang rumahnya. Pada tahun 2015, kebakaran hebat melanda tanahnya. Tidak ada satu pun pohon yang tersisa. “Saya pernah menanam karet, rambutan, dan nanas. Tapi semuanya terbakar, tidak ada yang tersisa,” kenang Stomo.

Read More »

STRATEGI ADAPTASI PETANI TRANSMIGRAN

Pak Ramin adalah seorang petani sukses yang menanam berbagai tanaman sayuran di lahan seluas 1,5 hektar miliknya. Setelah pindah dari Jawa ke Kalimantan, dia berkata bahwa dia menjalani kehidupan yang lebih sejahtera daripada di kampung halamannya. Tapi, dia harus berjuang selama beberapa dekade hanya untuk sampai ke titik ini.

Read More »

MATA PENCAHARIAN EKONOMI DI DESA PILANG

Pilang adalah sebuah desa adat di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Dua pertiga wilayah kabupaten ini terdiri dari lahan gambut, tidak terkecuali Pilang, dengan 20.994 hektar dari total wilayah desa 28.114 hektar ditutupi oleh tanah gambut dangkal.

Read More »

KETAHANAN KARET

Uduh Abungai (76), salah satu anggota tertua di desa mengatakan dia pertama kali menanam 70 pohon karet di lahan 0,5 hektarnya pada tahun 1960. Semua bibit pohon berasal dari Kalimantan, dan seperti warga lainnya, Pak Uduh terus menanam bibit karet setiap tahun. Dia mengatakan bahwa pohon baru dapat disadap getahnya setelah tujuh tahun.

Read More »

PAK MARGO: LELAKI YANG MENANAM JELUTUNG

Karena selalu ingin memiliki kebun jelutung mini (Dyera costulata) di halaman belakang rumahnya, Pak Margo mengatakan bahwa dia membutuhkan 18 tahun untuk uji coba, dan sebagian besar menggunakan keuangan pribadinya untuk belajar bagaimana melakukannya dengan benar. Namun kini, di usia 65 tahun, dia akhirnya mewujudkan mimpinya.

Read More »

RUMAH WALET MEMBAWA PENDAPATAN CEPAT BAGI PETANI SKALA USAHA KECIL DI LAHAN GAMBUT KALIMANTAN

Peneliti Gambut Kita menemukan bahwa sebagian besar rumah burung walet mulai bisa memproduksi rutin dalam dua tahun pertama, dengan produksi sarang rata-rata 0,1 – 0,5 kg per bulan per rumah burung walet; menjadikannya proposisi yang menarik bagi petani yang siap untuk bertaruh. Namun masalah biasa yang harus diantisipasi termasuk hama seperti tokek dan semut, serta sambaran petir dan pencuri.

Read More »

STINGLESS BEES BERKEMBANG DI LAHAN GAMBUT

Perjalanan menjadi pengusaha di Kalimantan merupakan perjuangan penuh suka duka bagi Yoanes Budiyana (43), seorang pendatang asal Jawa Tengah. Saat pertama kali datang ke Kalimantan, Budi bekerja sebagai sopir truk di sebuah perusahaan konstruksi. Di lingkungan barunya, Budi berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk tetap bertahan. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di truk, mengemudi jarak jauh di jalan yang sulit untuk mengirimkan barang ke pelosok provinsi. Dalam satu perjalanan, dia menyadari bahwa dia belum pernah melihat penjual madu di pinggir jalan, seperti yang biasa terjadi di Jawa.

Read More »

APA YANG ADA DIBALIK SEMANGKUK PAKIS?

Pakis, tanaman paku-pakuan yang dapat dikonsumsi dan tumbuh di lahan gambut dan di sepanjang bantaran sungai, merupakan sumber makanan sehari-hari yang bergizi di Kalimantan Tengah. Di Desa Tumbang Nusa, penduduk perlu menyusuri sungai selama sekitar satu jam hanya untuk mengumpulkan pakis – dan kemudian menyajikan semangkuk pakis di dapur mereka.

Read More »
Unggi also catches fish using a small net called a ‘lelangit’

CARA PENANGKAPAN IKAN TRADISIONAL DI BANTARAN SUNGAI KAHAYAN

Mencari ikan merupakan aktivitas yang telah mengalir dalam darah warga yang tinggal di sepanjang Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah, khususnya di area bergambut di sebelah selatan Palangka Raya, ibu kota provinsi. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di desa-desa di sepanjang bantaran sungai ini biasanya mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan banyak dari mereka masih menangkap ikan dengan menggunakan perangkap ikan tradisional.

Read More »

BERTEMU DENGAN INDU MUEI: PETANI PURUN BERUSIA 67 TAHUN DARI TUMBANG NUSA

Pada Bulan November, Yayasan Tambuhak Sinta memaparkan hasil Analisis Rantai Nilai tentang potensi ekonomi purun bagi pemangku kepentingan. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kecamatan Jabiren Raya yang mempertemukan sekelompok kecil petani purun dan penenun dari desa, serta beberapa pembeli purun, perwakilan pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya dari Kalimantan Tengah. Diskusi yang hangat membahas tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mempromosikan mata pencaharian yang berkelanjutan dan ramah gambut, khususnya terkait dengan pengolahan purun di Desa Tumbang Nusa.

Read More »

PENGEMBANGAN SISTEM PEMERINGKATAN BAHAYA KEBAKARAN LAHAN GAMBUT UNTUK INDONESIA

Sistem Pemeringkatan Bahaya Kebakaran atau Fire Danger Rating System (FDRS) digunakan di seluruh dunia untuk membantu memprediksi dan mencegah kebakaran hutan. Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang parah di Indonesia, di mana produksi asap dan kabut diperburuk oleh luasnya lahan gambut tropis di negara ini, yang banyak di antaranya dikeringkan dan terbakar hampir terjadi setiap tahun (Graham, 2021). Dengan demikian, peristiwa kebakaran besar merupakan masalah yang berulang di Indonesia, terutama di lahan gambut ketika gambut itu terbakar.

Read More »