BLOG
Gambut Kita
Previous
Next

Adaptation Strategies of Transmigrant Farmers

Pak Ramin is a successful farmer who grows a variety of vegetable crops on his 1.5 hectare farm. Having relocated from Java to Kalimantan, he says that he now leads a more prosperous life than he did in his hometown. But, he had to struggle for decades just to get to this point.

Read More »

Economic Livelihoods in Pilang Village

Pilang is a traditional village in the Pulang Pisau regency of Central Kalimantan. Two-thirds of the regency is comprised of peatlands, and Pilang is no exception, with 20,994 hectares out of the total village land area of 28,114 hectares covered by shallow peat soils.

Read More »

The Resilience of Rubber

Uduh Abungai (76), one of the oldest members of the village, said he first planted 70 rubber trees on his 0.5 hectare plot in 1960. All of the tree seedlings came from Kalimantan. And like other residents, Pak Uduh continues to plant rubber seedlings every year. He says the new trees can be tapped for latex after seven years.

Read More »

Pak Margo: The Man Who Grew Jelutung

Having always wanted to grow a mini jelutung (Dyera costulata) plantation in his backyard, Pak Margo says it took him 18 years of trial and error, and a substantial part of his personal finances to learn how to do it properly. But now, at the age of 65, he has finally realized his dream.

Read More »

Swift-Houses Bring Swift Incomes to Smallholders in Borneo Peatlands

Gambut Kita researchers find that most swift-houses can achieve routine production within the first two years, with nest production averaging 0.1 – 0.5 kg per month per swift-house; making it an attractive proposition for farmers who are prepared to take the gamble. But regular problems to anticipate include pests such as geckos and ants, as well as lightning strikes and thieves.

Read More »

STINGLESS BEES BERKEMBANG DI LAHAN GAMBUT

Perjalanan menjadi pengusaha di Kalimantan merupakan perjuangan penuh suka duka bagi Yoanes Budiyana (43), seorang pendatang asal Jawa Tengah. Saat pertama kali datang ke Kalimantan, Budi bekerja sebagai sopir truk di sebuah perusahaan konstruksi. Di lingkungan barunya, Budi berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk tetap bertahan. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di truk, mengemudi jarak jauh di jalan yang sulit untuk mengirimkan barang ke pelosok provinsi. Dalam satu perjalanan, dia menyadari bahwa dia belum pernah melihat penjual madu di pinggir jalan, seperti yang biasa terjadi di Jawa.

Read More »

APA YANG ADA DIBALIK SEMANGKUK PAKIS?

Pakis, tanaman paku-pakuan yang dapat dikonsumsi dan tumbuh di lahan gambut dan di sepanjang bantaran sungai, merupakan sumber makanan sehari-hari yang bergizi di Kalimantan Tengah. Di Desa Tumbang Nusa, penduduk perlu menyusuri sungai selama sekitar satu jam hanya untuk mengumpulkan pakis – dan kemudian menyajikan semangkuk pakis di dapur mereka.

Read More »
Unggi also catches fish using a small net called a ‘lelangit’

CARA PENANGKAPAN IKAN TRADISIONAL DI BANTARAN SUNGAI KAHAYAN

Mencari ikan merupakan aktivitas yang telah mengalir dalam darah warga yang tinggal di sepanjang Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah, khususnya di area bergambut di sebelah selatan Palangka Raya, ibu kota provinsi. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di desa-desa di sepanjang bantaran sungai ini biasanya mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan banyak dari mereka masih menangkap ikan dengan menggunakan perangkap ikan tradisional.

Read More »

PENGEMBANGAN SISTEM PEMERINGKATAN BAHAYA KEBAKARAN LAHAN GAMBUT UNTUK INDONESIA

Sistem Pemeringkatan Bahaya Kebakaran atau Fire Danger Rating System (FDRS) digunakan di seluruh dunia untuk membantu memprediksi dan mencegah kebakaran hutan. Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang parah di Indonesia, di mana produksi asap dan kabut diperburuk oleh luasnya lahan gambut tropis di negara ini, yang banyak di antaranya dikeringkan dan terbakar hampir terjadi setiap tahun (Graham, 2021). Dengan demikian, peristiwa kebakaran besar merupakan masalah yang berulang di Indonesia, terutama di lahan gambut ketika gambut itu terbakar.

Read More »