BLOG
Gambut Kita

Mata Pencaharian Ramah Gambut

It is evident that the protection and restoration of peatlands in Indonesia cannot be done without the local community. It is unrealistic to completely close off peatland areas to human activities for two reasons: people already live there and a majority of peatland is already altered by drainage canals that

Read More »

Nyamplung: Harapan Hijau untuk BIofuel dan Restorasi Lahan Gambut

Dari empat spesies yang diuji, nyamplung menunjukkan pertumbuhan terbaik, dengan tingkat kelangsungan hidup 88% dan pertumbuhan yang lebih baik dalam kondisi agroforestri. Kami berbicara dengan Dr. Siti Maimunah, yang memimpin percobaan ini, dan ia percaya bahwa nyamplung adalah tanaman biofuel paling cocok yang kami tahu untuk ditanam di lahan gambut yang terdegradasi. Kemampuannya beradaptasi dengan kondisi tergenang air membuatnya cocok untuk lahan gambut, yang perlu tetap basah agar sehat. Manfaat ekologisnya lebih luas: bunga nyamplung menjadi makanan lebah, dan buahnya jadi pakan untuk burung dan mamalia kecil.

Read More »

Peluncuran Peta Jalan Restorasi Lahan Gambut di Indonesia

Pusat Unggulan Inovasi Gambut (PPIIG) adalah sebuah gedung berlantai tujuh yang terletak di tepi kawasan kampus Universitas Palangka Raya. Dibangun pada tahun 2020, gedung ini merupakan pusat unggulan yang didedikasikan untuk penelitian dan pengembangan lahan gambut dalam bidang ilmu alam, sosial, dan teknik.

Read More »

Menyusun roadmap untuk restorasi lahan gambut di Indonesia

Restorasi lahan gambut memiliki dampak yang luas terhadap berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan. Untuk mengetahui hubungan mana yang relevan dengan penyusunan roadmap, kita perlu memahami batas-batas keterkaitan tersebut secara menyeluruh. Tim proyek mengumpulkan data dari pemerintah provinsi dan kabupaten, LSM, serta sektor swasta di Kalimantan Tengah. Data tersebut kemudian dirangkum menjadi temuan-temuan yang memberikan gambaran tentang jenis perubahan apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan restorasi gambut.

Read More »

RMU Membangun Fasilitas Albumin di Desa Tampelas, Mengintegrasikan Mata Pencaharian Berkelanjutan dan Utilitas Publik

Proyek di Tampelas adalah proyek perintis yang ambisius. Perencanaan sudah dimulai pada tahun 2021, dan sekarang konstruksinya sudah 90% selesai. Kami mengetahui bahwa mereka sedang membangun fasilitas lain yang mendukung produksi albumin dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Tampelas tidak terhubung dengan jaringan listrik nasional, sehingga mereka bergantung pada generator bertenaga diesel untuk penerangan di malam hari. RMU bermitra dengan PT Arya Watala Capital untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya yang akan menyalakan fasilitas pengolahan albumin. Kelebihan listrik akan dapat diakses oleh masyarakat.

Read More »

Peran Lahan Gambut di Indonesia dalam Rencana Prabowo untuk Dana Ekonomi Hijau

Meskipun lahan gambut di Indonesia saat ini merupakan penghasil emisi karbon netto, terdapat potensi besar untuk menghasilkan kredit karbon dengan cara mengurangi tingkat emisi melalui pengelolaan yang menjaga dan mengembalikan fungsi penyimpanan karbon. Indonesia masih menentukan protokol dan standar untuk ekonomi karbon yang sedang berkembang, dan sangat penting untuk berinvestasi agar sistem tersebut sesuai dengan tujuan; untuk memberikan imbalan kepada masyarakat setempat atas perilaku penggunaan lahan yang mendukung konservasi lahan gambut, bakau, dan hutan.

Read More »

Potensi Sorgum sebagai Tanaman Serealia di Lahan Gambut

Wilayah Kota Dumai terdiri dari 80% lahan gambut7 dan telah terkena dampak kebakaran gambut dan kabut asap. Pengembangan program sorgum PT KPI dimulai sebagai respon terhadap kebakaran tersebut. Mereka berkomitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang memitigasi kebakaran serta membantu mengembangkan masyarakat yang tinggal di lahan gambut. Dalam program ini, mereka berkolaborasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau untuk memperkenalkan sorgum kepada kelompok tani 'Alam Tani' sebagai salah satu potensi mata pencaharian. Mereka pertama kali mencoba menanam sorgum di lahan seluas satu hektar pada bulan Desember 2022 dan enam bulan kemudian melakukan panen pertama, di mana 20 kg di antaranya dijual.

Read More »

Masyarakat Peduli Api Tumbang Nusa

Menanggapi bencana kebakaran dan kabut asap pada tahun 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan keputusan untuk membentuk kelompok sukarelawan pemadam kebakaran yang disebut “Masyarakat Peduli Api” (MPA) di 300 desa di Indonesia yang berisiko terbakar3Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat desa agar mereka mandiri dalam mencegah dan memadamkan kebakaran di wilayahnya masing-masing. Pada tahun 2021, Pak Silpanus menjadi Ketua MPA Tumbang Nusa. Ia dan 16 anggota MPA Perintis bekerja tiga bulan dalam setahun pada musim kemarau untuk mencegah dan memadamkan kebakaran di wilayah mereka.

Read More »

Proyek Restorasi Ekosistem Riau menggunakan pendekatan produksi-perlindungan yang unik untuk restorasi lahan gambut

Keberhasilan RER berkaitan dengan faktanya bahwa APRIL satu-satunya yang bertanggung jawab atas area konsesi dan sebagai perusahaan multinasional, mereka memiliki sumber daya yang berlimpah, dengan anggaran sebesar USD 5 juta dolar per tahun. Mereka menerapkan pendekatan produksi-perlindungan yang unik, di mana hutan tanaman yang dikelola secara berkelanjutan di sekeliling RER mendukung proyek restorasi secara finansial.

Read More »

Seorang Petani Berbakti untuk Masa Depan

Pak Taman belajar sendiri bagaimana bertani di lahan gambut tanpa membakar. Tidak ada kursus khusus yang bisa dipelajari sembarang orang. Ini membutuhkan dedikasi dan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan generasi mendatang. Ia mengajarkan metode ini kepada tetangga-tetangganya yang bertani, namun mereka tidak menerapkannya dan tetap membakar untuk membuka lahan. Pak Taman beberapa kali mengatakan kepada kami bahwa tanah di lahan tetangganya lebih rendah dari miliknya, bahkan hingga setengah meter.

Read More »

Terlalu Banyak Program Mata Pencaharian di Tumbang Nusa

Sejak tahun 2003, berbagai pihak telah memprakarsai total 15 program mata pencaharian di Tumbang Nusa, dan 18 plot tambahan telah dibuat untuk mendemonstrasikan beberapa pilihan mata pencaharian yang ramah gambut. Sebagian besar inisiatif ini tidak menghasilkan perubahan praktik yang substansial di lapangan, dan hanya tiga program yang dianggap efektif. Program yang efektif adalah program yang setidaknya beberapa elemennya telah diadopsi oleh anggota masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam demplot.

Read More »

IBILAGA: Mengembangkan Industri Perikanan Air Tawar di Kalimantan Tengah

Fokus utama dalam proyek ini adalah untuk mengembangkan industri ikan air tawar di Kalimantan Tengah. Pak Juliansyah berpikir bahwa perkembangan industri ini masih kurang, jika dibandingkan dengan Kalimantan Selatan. Dia menjelaskan bahwa “Masyarakat tidak mau memelihara ikan gabus atau papuyu karena membutuhkan waktu yang lama. Jadi, salah satu tujuan kami adalah untuk mempersingkat waktu pertumbuhan ikan”, seperti yang telah mereka lakukan untuk ikan patin, dari 7-8 bulan menjadi empat bulan saja. Mereka mencoba bereksperimen dengan tiga faktor: pakan ikan, genetic stock, dan lingkungan.

Read More »

Sagu: Tanaman yang sangat produktif dan tumbuh subur di lahan gambut

Pohon sagu (Metroxylon sago) memiliki potensi besar untuk menjadi sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut. Tanaman ini berasal dari bagian timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua, di mana tanaman ini dikonsumsi sebagai makanan pokok1. Kelapa sawit mencakup 5,5 juta hektar di Indonesia dan 95% berada di Papua2. Sagu sangat tahan banting, mampu tumbuh di tanah yang netral hingga sangat asam, tanah organik dan tanah mineral dan bahkan menoleransi tanah dengan kadar belerang tinggi.

Read More »

Menyelamatkan Lahan Gambut dengan Sedotan Ramah Lingkungan

Purun (Lepironia articulata) merupakan salah satu jenis alang-alang yang tumbuh di lahan gambut. Tanaman ini dimanfaatkan dalam kerajinan anyaman seperti tikar, tas, dan topi yang menjadi ciri khas Kalimantan Tengah dan Selatan. Desa Tumbang Nusa di Kabupaten Pulang Pisau terkenal dengan kerajinan tangan purun seperti yang dibuat oleh Indu Muei (artikel). Baru-baru ini, produk lain yang terbuat dari purun telah diciptakan: sedotan.

Read More »

Menerapkan Praktik yang Lebih Baik untuk Penyadapan Karet

Yayasan Tambuhak Sinta mengadakan dua sesi pelatihan untuk petani karet kecil di Pilang. Salah satunya adalah tentang cara mengatasi hama dan penyakit yang menyerang pohon dan yang lainnya berfokus pada cara meningkatkan kualitas getah karet yang mereka hasilkan. PT Kahayan Berseri, perusahaan yang membeli karet dari para petani, juga terlibat dalam pelatihan ini. Ini adalah pertama kalinya para petani menerima pelatihan formal untuk pertanian karet. Mereka belajar tentang metode yang lebih baik yang akan meningkatkan kualitas produk lateks.

Read More »

Menyelidiki Penggunaan Lahan Ramah Gambut

Terdapat berbagai jenis petani kecil di Indonesia, dan setiap kelompok memiliki preferensi yang berbeda dalam mencari nafkah. Di Sumatera Selatan, GK menemukan bahwa petani kecil tetap sangat tertarik pada kelapa sawit, meskipun ada implikasi negatif terhadap pelestarian lahan gambut karena persyaratan untuk drainase. Di Kalimantan, GK menemukan bahwa masyarakat asli Dayak lebih memilih untuk mengejar berbagai strategi mata pencaharian yang beragam, yang umumnya didasarkan pada produksi beras skala kecil, berburu, memancing, menebang hutan, dan produksi karet.

Read More »

Praktik Rehabilitasi Lahan Gambut

Untuk setiap proyek rehabilitasi hutan yang mereka kerjakan, AAP bertanggung jawab tidak hanya untuk survei lokasi awal, pekerjaan pembibitan dan penanaman, tetapi juga untuk pemeliharaan lokasi yang sedang berlangsung selama tiga tahun, di mana selama itu AAP berkewajiban untuk memastikan kelangsungan hidup bibit. "Semua bibit yang kami tanam harus bertahan hidup sesuai dengan kontrak kerja. Kami wajib mengganti bibit yang mati dengan yang baru," kata Faishol. Untuk itu, AAP memonitor semua pekerjaan yang dilakukan di lapangan, termasuk tingkat partisipasi masyarakat.

Read More »

Pembasahan dan Pemulihan Taman Nasional Sebangau

Pak Idrus juga berbicara tentang perubahan positif yang ia saksikan, setelah melihat pergeseran yang jelas dalam penggunaan area tersebut, dari penebangan liar, menjadi konservasi dan penelitian. Diberi izin untuk penebangan komersial pada tahun 1970-an, 80-an dan 90-an, hutan rawa gambut ini kemudian semakin terdegradasi akibat pembalakan liar dan pembangunan kanal-kanal drainase untuk mengangkut kayu bulat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, lebih banyak perhatian diberikan untuk melindungi taman nasional dengan menyekat kanal dan memulihkan hidrologi alami yang menjadi tumpuan ekosistem.

Read More »

Nanas di Lahan Gambut

Menurut Pak Tono, nanas bisa tumbuh di lahan gambut tanpa pupuk. "Dibiarkan saja, pasti tumbuh. Setelah 8 bulan, tanaman akan tumbuh dan mulai berbuah." Petani nanas di Danau Jutuh tidak lagi membakar lahan. "Yang perlu kami lakukan hanyalah mengeringkan lahan dan membersihkannya dari rumput, lalu menanam nanas. Jadi tidak perlu lagi membakar lahan," kata Tono. Dengan demikian, selain memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi petani, pertanian nanas juga dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dengan membantu mengurangi risiko kebakaran hutan.

Read More »

Peluang Budidaya Ikan di Lahan Gambut

Fasilitas percontohan Sei Katune di Desa Banturung merupakan salah satu dari tiga hatchery yang dikelola oleh Dinas Perikanan, UPTD Budidaya Ikan Air Tawar Pemkot Palangka Raya. Menurut Heriyanto, Kepala UPTD, fasilitas ini cocok untuk membudidayakan spesies tersebut karena terletak di dekat lahan gambut Taman Nasional Sebangau. Air hitam yang agak asam dari sungai bisa kita manfaatkan untuk mengisi kolam penangkaran ikan ini, jelas Heriyanto.

Read More »

Kebun Rotan Tradisional Kalimantan

Meski tumbuh liar di hutan, sebagian besar warga Desa Pilang juga membudidayakan varietas bagus di kebun rotan tradisional mereka. Mury mengatakan dia hanya mengambil bibit rotan liar dan menanamnya di lahan karetnya: “Tebarkan saja di tanah, tidak perlu pupuk, rotan akan tetap tumbuh.” Untuk memastikan kualitas rotan, Mury hanya memotong rotan pemanjat yang lebih tua dan matang. Menurutnya, butuh waktu sekitar enam atau tujuh tahun agar rotan tumbuh panjang dan lebat hingga bisa dipanen.

Read More »

Panen yang Aman untuk Pemburu Madu

Untuk mengurangi risiko jatuh yang mematikan saat memanen madu, peneliti mata pencaharian kami memutuskan untuk memperkenalkan metode yang lebih aman. Menggunakan pendekatan Pengetahuan Kearifan Lokal (Indigenous Technical Knowledge–ITK), Yayasan Tambuhak Sinta (YTS) mengundang seorang peternak lebah pemburu madu dari Kalimantan Barat untuk berdiskusi tentang penggunaan metode ‘Tikung’ dengan masyarakat Pilang. Dan setelah mengetahui berbagai langkah yang terlibat, kelompok Madi setuju untuk mencobanya.

Read More »

LEBIH SEDIKIT KEBAKARAN DI BENTANG ALAM YANG DIKELOLA

Menyusul peristiwa kebakaran hebat tahun 2015, Indonesia memperkenalkan langkah-langkah pencegahan kebakaran baru untuk mengurangi kerusakan tanaman, kabut asap, degradasi hutan, dan emisi karbon.
The fire prevention efforts, which include strict enforcement of the presidential ban on burning, have resulted in significant fire reductions. Between 2016 and 2019, fires were reduced by 77% compared to previous expectations for similar weather conditions.

Read More »

TANAH GAMBUT TROPIS DI BAWAH PENGGUNAAN LAHAN YANG BERBEDA

Pertumbuhan populasi manusia yang cepat di Asia Tenggara telah menyebabkan peningkatan drainase ekosistem lahan gambut alami untuk konversi ke penggunaan pertanian. Drainase lahan gambut menurunkan permukaan air, sehingga meningkatkan ketebalan lapisan gambut yang terkena oksidasi. Pengeringan menyebabkan penyusutan bahan organik, mengakibatkan kompresi lapisan gambut. Kombinasi oksidasi, penyusutan dan pemadatan menyebabkan penurunan permukaan tanah.

Read More »

MENARUH HARAPAN PADA SHOREA

Berdasarkan pengalamannya, Stomo menganggap Belangeran (Shorea balangeran) sebagai salah satu jenis pohon terbaik untuk ditanam di lahan gambut. Sebagian besar bibit pohon miliknya yang lain mati karena banjir. “Saya menilai Belangeran sangat cocok untuk lahan gambut. Lahan saya sudah beberapa kali kebanjiran, tapi mereka bisa bertahan dan tumbuh dengan baik”. Dia menunjukkan kepada kami deretan pohon setinggi dua meter. “Belangeran ini ditanam tahun lalu. Seperti yang Anda lihat, pohon-pohon ini baik-baik saja,” kata Stomo.

Read More »

STRATEGI ADAPTASI PETANI TRANSMIGRAN

Pak Ramin adalah seorang petani sukses yang menanam berbagai tanaman sayuran di lahan seluas 1,5 hektar miliknya. Setelah pindah dari Jawa ke Kalimantan, dia berkata bahwa dia menjalani kehidupan yang lebih sejahtera daripada di kampung halamannya. Tapi, dia harus berjuang selama beberapa dekade hanya untuk sampai ke titik ini.

Read More »

MATA PENCAHARIAN EKONOMI DI DESA PILANG

Meskipun karet telah menghabiskan sebagian besar jam kerja masyarakat (60%) selama dua dekade terakhir, mengumpulkan rotan (5%) dan menebang kayu (5%) juga merupakan pekerjaan kecil namun signifikan di desa; dan selama ini, masyarakat telah sepenuhnya berpindah dari pertanian padi sawah (sebelumnya 15%) menjadi penambangan pasir (10%) dan perikanan (15%) serta pembibitan (5%).

Read More »

KETAHANAN KARET

Pak Uduh mengatakan bahwa karet merupakan sumber pendapatan utama bagi penduduk desa yang tinggal di Pilang hanya karena komoditas ini telah ada sejak lama dan telah menjadi sumber penghasilan yang stabil bagi desa tersebut selama turun-temurun. Beliau menyebutkan bahwa salah satu alasannya tetap bertahan pada tanaman karet adalah karena pohon karet cukup mudah untuk ditanam, dan lahan-lahannya tidak memerlukan banyak perawatan—selain hanya memotong rumput di sekitar pohon karet.

Read More »

PAK MARGO: LELAKI YANG MENANAM JELUTUNG

Karena selalu ingin memiliki kebun jelutung mini (Dyera costulata) di halaman belakang rumahnya, Pak Margo mengatakan bahwa dia membutuhkan 18 tahun untuk uji coba, dan sebagian besar menggunakan keuangan pribadinya untuk belajar bagaimana melakukannya dengan benar. Namun kini, di usia 65 tahun, dia akhirnya mewujudkan mimpinya.

Read More »

RUMAH WALET MEMBAWA PENDAPATAN CEPAT BAGI PETANI SKALA USAHA KECIL DI LAHAN GAMBUT KALIMANTAN

Peneliti Gambut Kita menemukan bahwa sebagian besar rumah burung walet mulai bisa memproduksi rutin dalam dua tahun pertama, dengan produksi sarang rata-rata 0,1 – 0,5 kg per bulan per rumah burung walet; menjadikannya proposisi yang menarik bagi petani yang siap untuk bertaruh. Namun masalah biasa yang harus diantisipasi termasuk hama seperti tokek dan semut, serta sambaran petir dan pencuri.

Read More »

Lebah Kelulut Berkembang di Lahan Gambut

Perjalanan menjadi pengusaha di Kalimantan merupakan perjuangan penuh suka duka bagi Yoanes Budiyana (43), seorang pendatang asal Jawa Tengah. Saat pertama kali datang ke Kalimantan, Budi bekerja sebagai sopir truk di sebuah perusahaan konstruksi. Di lingkungan barunya, Budi berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk tetap bertahan. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di truk, mengemudi jarak jauh di jalan yang sulit untuk mengirimkan barang ke pelosok provinsi. Dalam satu perjalanan, dia menyadari bahwa dia belum pernah melihat penjual madu di pinggir jalan, seperti yang biasa terjadi di Jawa.

Read More »

APA YANG ADA DIBALIK SEMANGKUK PAKIS?

Pakis, tanaman paku-pakuan yang dapat dikonsumsi dan tumbuh di lahan gambut dan di sepanjang bantaran sungai, merupakan sumber makanan sehari-hari yang bergizi di Kalimantan Tengah. Di Desa Tumbang Nusa, penduduk perlu menyusuri sungai selama sekitar satu jam hanya untuk mengumpulkan pakis – dan kemudian menyajikan semangkuk pakis di dapur mereka.

Read More »
Unggi also catches fish using a small net called a ‘lelangit’

CARA PENANGKAPAN IKAN TRADISIONAL DI BANTARAN SUNGAI KAHAYAN

Mencari ikan merupakan aktivitas yang telah mengalir dalam darah warga yang tinggal di sepanjang Sungai Kahayan, Kalimantan Tengah, khususnya di area bergambut di sebelah selatan Palangka Raya, ibu kota provinsi. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di desa-desa di sepanjang bantaran sungai ini biasanya mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan banyak dari mereka masih menangkap ikan dengan menggunakan perangkap ikan tradisional.

Read More »

BERTEMU DENGAN INDU MUEI: PETANI PURUN BERUSIA 67 TAHUN DARI TUMBANG NUSA

Indu Muei telah mengayam produk purun secara konsisten selama 50 tahun terakhir untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Ia mengatakan kepada kami bahwa pengembangan kerajinan berbasis desa ke depannya akan tergantung pada kegiatan dukungan yang dilakukan oleh sektor swasta dan pemerintah. Kegiatan tersebut dapat secara dramatis meningkatkan permintaan produk purun. Namun sayangnya, di masa pandemi saat ini, pembatasan aktivitas masyarakat berdampak sangat serius bagi para pemanen dan perajin di desa tersebut. Saat ini, ia hanya mampu menjual sekitar lima produk purun per bulan.

Read More »